Toroo Open Source Research Group

Open Source For All
 
IndeksIndeks  FAQFAQ  PencarianPencarian  PendaftaranPendaftaran  AnggotaAnggota  GroupGroup  LoginLogin  

Share | 
 

 Pemerintah Hemat US$ 200 Juta dengan Lisensi Microsoft

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
ibnu^_^yahya

avatar

Jumlah posting : 48
Age : 28
Location : Bumi ALLAH
Registration date : 14.04.08

PostSubyek: Pemerintah Hemat US$ 200 Juta dengan Lisensi Microsoft   Thu Apr 17, 2008 5:02 am

Pemerintah Hemat US$ 200 Juta dengan Lisensi Microsoft (BENARKAH............?)

Jakarta-Presiden Direktur PT Microsoft Indonesia Tony Chen menyatakan pemerintah Indonesia bisa menghemat hingga US$ 200 juta dengan pemakaian lisensi Microsoft. Microsoft diakui memberikan harga yang sangat murah kepada pemerintah Indonesia.
“Dengan lisensi Microsoft pemerintah menghemat US$ 200 juta dan US$ 60 juta dari up grade gratis Microsoft Office dalam tiga tahun. Harga yang kami berikan ekstrem murah,” kata Tony Chen, Kamis (18/1), saat melakukan pertemuan dengan Komite Pemulihan Ekonomi Nasional.
Hal itu dikemukakannya terkait dengan MoU antara pemerintah Indonesia dengan Microsoft Indonesia untuk menggunakan lisensi Microsoft di kantor-kantor pemerintahan.
Disebut-sebut dari MoU yang beredar bahwa pemerintah Indonesia akan membeli 35.496 salinan Microsoft Windows dan 177.480 salinan Microsoft Office. Microsoft akan menghibahkan 266.200 salinan Microsoft Windows dan 266.200 salinan Microsoft Office.
Ia menegaskan untuk mendapatkan harga khusus itu, Microsoft Indonesia harus bekerja keras meyakinkan kantor pusat Microsoft. Ia mengakui hal itu sebagai bentuk dukungan Microsoft memberantas pembajakan di Indonesia. Tingkat pembajakan perangkat lunak (software) di Indonesia mencapai 87 persen atau peringkat ketiga tertinggi di dunia setelah Vietnam dan Zimbabwe.
Tony juga membantah Microsoft melanggar persaingan usaha tidak sehat. Ia menekankan Microsoft tidak melakukan monopoli sebab pemerintah tetap bisa melakukan perjanjian dengan vendor lain.
“Tidak benar ada monopoli. Kebetulan penggunaan perangkat lunak Microsoft paling banyak di kantor pemerintahan, tapi tetap terbuka dengan vendor lain,” tegasnya.
Ia menjelaskan implementasi dari MoU juga harus dilakukan lewat mekanisme tender. Pemerintah tidak berhubungan langsung dengan Microsoft, tetapi distributornya di dalam negeri. Bahkan pemerintah bisa mendapatkan harga yang lebih murah dari pelaksanaan tender. “Kami hanya memberikan patokan harga, selanjutnya kesepakatan dilakukan lewat tender,” katanya.
Ia mengemukakan MoU memuat tiga hal, yakni lisensi atas pemakaian semua produk Microsoft; proteksi dan investasi dengan pemberian secara gratis Microsoft Office senilai US$ 60 juta, dan kerja sama di bidang pendidikan.
Sebelumnya, Komisi I DPR yang tergabung dalam Kaukus Penyiaran menuntut pembatalan MoU tersebut. Proses pembuatan hingga penandatanganan MoU Microsoft dinilai telah melanggar prosedur ketentuan administrasi kenegaraan dan tidak dilakukan secara terbuka.
Selain itu, MoU dianggap bertentangan dengan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang persaingan usaha yang tidak sehat karena tidak melakukannya dengan perusahaan perangkat lunak lainnya. (naomi siagian)



Copyright Sinar Harapan 2003
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://toroo.co.cc
 
Pemerintah Hemat US$ 200 Juta dengan Lisensi Microsoft
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Toroo Open Source Research Group :: Teknologi Informasi :: BERITA TEKNOLOGI-
Navigasi: